Tawon.co.id

Obat Mencegah Malaria, Pentingnya dan Cara Pakainya!

By: Karina Marisa June Tue 2024

Obat Mencegah Malaria, Pentingnya dan Cara Pakainya!

Malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala seperti demam, menggigil, sakit kepala, dan nyeri otot. Dalam beberapa kasus, malaria dapat berkembang menjadi komplikasi yang mengancam jiwa, seperti kerusakan organ dan kematian.

Untuk mencegah malaria, terdapat beberapa obat yang dapat digunakan. Obat-obatan ini bekerja dengan cara membunuh parasit Plasmodium atau mencegah pertumbuhannya. Salah satu obat yang umum digunakan untuk mencegah malaria adalah klorokuin. Klorokuin bekerja dengan cara membunuh parasit Plasmodium di dalam sel darah merah.

Untuk menggunakan klorokuin sebagai obat pencegahan malaria, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, klorokuin harus diminum seminggu sebelum memasuki daerah endemis malaria. Kedua, klorokuin harus terus diminum selama berada di daerah endemis malaria dan selama empat minggu setelah meninggalkan daerah tersebut. Ketiga, klorokuin tidak boleh digunakan oleh orang yang memiliki masalah hati atau ginjal.

Obat untuk Mencegah Malaria dan Cara Menggunakannya

Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala seperti demam, menggigil, sakit kepala, dan nyeri otot. Dalam beberapa kasus, malaria dapat berkembang menjadi komplikasi yang mengancam jiwa, seperti kerusakan organ dan kematian. Untuk mencegah malaria, terdapat beberapa obat yang dapat digunakan, antara lain:

  • Klorokuin
  • Meflokuin
  • Malaron
  • Doksisiklin
  • Atovakuon/proguanil
  • Primakuin
  • Tafenoquine
  • Klorokuin-proguanil
  • Dihidroartemisinin-piperakuin
  • Artesunat-amodiaquine

Setiap obat memiliki cara kerja, dosis, dan efek samping yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat untuk mencegah malaria. Dokter akan memberikan rekomendasi obat yang paling tepat berdasarkan kondisi kesehatan dan rencana perjalanan Anda.

Baca Juga:

Cara Cerdas Menjaga Sistem Pencernaan Anak Tetap Sehat

Cara Cerdas Menjaga Sistem Pencernaan Anak Tetap Sehat

Klorokuin

Klorokuin adalah obat antimalaria yang bekerja dengan cara membunuh parasit Plasmodium di dalam sel darah merah. Obat ini telah digunakan untuk mencegah dan mengobati malaria selama lebih dari 70 tahun dan masih menjadi salah satu obat antimalaria yang paling banyak digunakan di dunia.

  • Efektivitas

    Klorokuin efektif untuk mencegah dan mengobati malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum, spesies parasit malaria yang paling umum dan paling mematikan. Obat ini juga efektif untuk mencegah dan mengobati malaria yang disebabkan oleh Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, dan Plasmodium malariae.

  • Dosis dan Cara Penggunaan

    Dosis dan cara penggunaan klorokuin bervariasi tergantung pada tujuan penggunaannya (pencegahan atau pengobatan) dan berat badan pasien. Klorokuin biasanya diminum sekali seminggu untuk pencegahan malaria dan sekali sehari selama tiga hari untuk pengobatan malaria.

  • Efek Samping

    Efek samping klorokuin yang paling umum adalah sakit perut, mual, muntah, dan diare. Efek samping yang lebih serius, seperti kerusakan hati dan ginjal, jarang terjadi. Klorokuin tidak boleh digunakan oleh orang yang memiliki masalah hati atau ginjal.

  • Resistensi

    Resistensi terhadap klorokuin telah dilaporkan di beberapa daerah, terutama di Asia Tenggara dan Afrika. Resistensi terjadi ketika parasit malaria mengembangkan kemampuan untuk bertahan hidup dari pengobatan dengan klorokuin. Jika Anda bepergian ke daerah di mana resistensi klorokuin telah dilaporkan, Anda harus berbicara dengan dokter Anda tentang obat antimalaria alternatif.

    Baca Juga:

    Dampak Buruk Polusi Udara: Waspada Alergi Hidung yang Makin Parah

    Dampak Buruk Polusi Udara: Waspada Alergi Hidung yang Makin Parah

Klorokuin adalah obat yang efektif dan aman untuk mencegah dan mengobati malaria. Namun, penting untuk menggunakan obat ini sesuai dengan petunjuk dokter dan untuk menyadari potensi efek sampingnya.

Meflokuin

Meflokuin adalah obat antimalaria yang bekerja dengan cara membunuh parasit Plasmodium di dalam sel darah merah. Obat ini telah digunakan untuk mencegah dan mengobati malaria selama lebih dari 30 tahun dan masih menjadi salah satu obat antimalaria yang paling efektif.

  • Efektivitas

    Meflokuin efektif untuk mencegah dan mengobati malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum, spesies parasit malaria yang paling umum dan paling mematikan. Obat ini juga efektif untuk mencegah dan mengobati malaria yang disebabkan oleh Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, dan Plasmodium malariae.

  • Dosis dan Cara Penggunaan

    Meflokuin biasanya diminum sekali seminggu untuk pencegahan malaria dan sekali sehari selama tiga hari untuk pengobatan malaria. Dosis dan cara penggunaan yang tepat akan ditentukan oleh dokter berdasarkan berat badan pasien dan tujuan penggunaan obat (pencegahan atau pengobatan).

  • Efek Samping

    Efek samping meflokuin yang paling umum adalah mual, muntah, diare, dan sakit perut. Efek samping yang lebih serius, seperti gangguan kejiwaan dan kejang, jarang terjadi. Meflokuin tidak boleh digunakan oleh orang yang memiliki riwayat gangguan kejiwaan atau kejang.

  • Interaksi Obat

    Meflokuin dapat berinteraksi dengan beberapa obat lain, termasuk obat untuk mengobati depresi, kecemasan, dan kejang. Penting untuk memberi tahu dokter Anda tentang semua obat yang Anda konsumsi sebelum memulai pengobatan dengan meflokuin.

    Baca Juga:

    Waspada! Stres Berat di Tempat Kerja Ancam Kesehatan Anda

    Waspada! Stres Berat di Tempat Kerja Ancam Kesehatan Anda

Meflokuin adalah obat yang efektif dan aman untuk mencegah dan mengobati malaria. Namun, penting untuk menggunakan obat ini sesuai dengan petunjuk dokter dan untuk menyadari potensi efek sampingnya.

Malaron

Malaron adalah obat antimalaria yang bekerja dengan cara membunuh parasit Plasmodium di dalam sel darah merah. Obat ini merupakan kombinasi dari dua obat antimalaria, yaitu atovaquone dan proguanil. Malaron disetujui untuk digunakan pada orang dewasa dan anak-anak berusia 10 tahun ke atas untuk mencegah dan mengobati malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum, spesies parasit malaria yang paling umum dan paling mematikan.

Malaron sangat efektif untuk mencegah dan mengobati malaria. Obat ini memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 90% dalam mencegah malaria dan lebih dari 95% dalam mengobati malaria. Malaron juga memiliki profil keamanan yang baik dan umumnya ditoleransi dengan baik. Efek samping yang paling umum adalah sakit perut, mual, muntah, dan diare.

Malaron adalah obat yang penting untuk mencegah dan mengobati malaria. Obat ini efektif, aman, dan mudah digunakan. Malaron harus dipertimbangkan sebagai pilihan utama untuk pencegahan dan pengobatan malaria pada orang dewasa dan anak-anak berusia 10 tahun ke atas.

Doksisiklin

Doksisiklin adalah antibiotik tetrasiklin yang juga dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati malaria. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri dan parasit, termasuk Plasmodium, parasit penyebab malaria. Doksisiklin efektif untuk mencegah dan mengobati malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum, spesies parasit malaria yang paling umum dan paling mematikan.

Baca Juga:

Manfaat Buah Alpukat untuk Kesehatan yang Wajib Anda Tahu

Manfaat Buah Alpukat untuk Kesehatan yang Wajib Anda Tahu

Doksisiklin biasanya diminum sekali sehari selama pencegahan malaria dan selama tujuh hari untuk pengobatan malaria. Obat ini umumnya ditoleransi dengan baik, tetapi dapat menyebabkan efek samping, seperti mual, muntah, dan diare. Doksisiklin tidak boleh digunakan oleh wanita hamil atau menyusui atau oleh anak-anak di bawah usia delapan tahun.

Doksisiklin adalah obat penting untuk pencegahan dan pengobatan malaria. Sebagai antibiotik, obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati infeksi bakteri lainnya.

Atovakuon/proguanil

Atovakuon/proguanil adalah obat kombinasi yang digunakan untuk mencegah dan mengobati malaria. Obat ini bekerja dengan cara membunuh parasit Plasmodium di dalam sel darah merah. Atovakuon/proguanil efektif untuk mencegah dan mengobati malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum, spesies parasit malaria yang paling umum dan paling mematikan.

Atovakuon/proguanil biasanya diminum sekali sehari untuk pencegahan malaria dan selama tiga hari untuk pengobatan malaria. Obat ini umumnya ditoleransi dengan baik, tetapi dapat menyebabkan efek samping, seperti mual, muntah, dan diare. Atovakuon/proguanil tidak boleh digunakan oleh wanita hamil atau menyusui atau oleh anak-anak di bawah usia 11 tahun.

Atovakuon/proguanil adalah obat penting untuk pencegahan dan pengobatan malaria. Obat ini efektif, aman, dan mudah digunakan. Atovakuon/proguanil harus dipertimbangkan sebagai pilihan utama untuk pencegahan dan pengobatan malaria pada orang dewasa dan anak-anak berusia 11 tahun ke atas.

Primakuin

Primakuin adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati malaria. Obat ini bekerja dengan cara membunuh parasit Plasmodium di dalam sel darah merah.

Baca Juga:

Temukan Manfaat Donor Darah untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Temukan Manfaat Donor Darah untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
  • Efektivitas

    Primakuin efektif untuk mencegah dan mengobati malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum, spesies parasit malaria yang paling umum dan paling mematikan. Obat ini juga efektif untuk mencegah dan mengobati malaria yang disebabkan oleh Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale.

  • Dosis dan Cara Penggunaan

    Primakuin biasanya diminum sekali sehari selama 14 hari untuk pencegahan malaria dan selama 7 hari untuk pengobatan malaria. Dosis dan cara penggunaan yang tepat akan ditentukan oleh dokter berdasarkan berat badan pasien dan tujuan penggunaan obat (pencegahan atau pengobatan).

  • Efek Samping

    Efek samping primakuin yang paling umum adalah mual, muntah, sakit perut, dan diare. Efek samping yang lebih serius, seperti kerusakan sel darah merah dan gangguan pencernaan, jarang terjadi. Primakuin tidak boleh digunakan oleh orang yang memiliki riwayat gangguan sel darah merah atau gangguan pencernaan.

  • Resistensi

    Resistensi terhadap primakuin telah dilaporkan di beberapa daerah, terutama di Asia Tenggara. Resistensi terjadi ketika parasit malaria mengembangkan kemampuan untuk bertahan hidup dari pengobatan dengan primakuin. Jika Anda bepergian ke daerah di mana resistensi primakuin telah dilaporkan, Anda harus berbicara dengan dokter Anda tentang obat antimalaria alternatif.

Primakuin adalah obat yang efektif dan aman untuk mencegah dan mengobati malaria. Namun, penting untuk menggunakan obat ini sesuai dengan petunjuk dokter dan untuk menyadari potensi efek sampingnya.

Tafenoquine

Tafenoquine adalah obat yang digunakan untuk mencegah malaria. Obat ini bekerja dengan cara membunuh parasit Plasmodium di dalam sel darah merah. Tafenoquine efektif untuk mencegah malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum, spesies parasit malaria yang paling umum dan paling mematikan. Obat ini juga efektif untuk mencegah malaria yang disebabkan oleh Plasmodium vivax.

Baca Juga:

Penyebab Mengejutkan di Balik Ketidaknyamanan Usai Bercinta

Penyebab Mengejutkan di Balik Ketidaknyamanan Usai Bercinta

Tafenoquine biasanya diminum sekali sehari selama tiga hari untuk pencegahan malaria. Obat ini umumnya ditoleransi dengan baik, tetapi dapat menyebabkan efek samping, seperti mual, muntah, dan sakit perut. Tafenoquine tidak boleh digunakan oleh wanita hamil atau menyusui atau oleh anak-anak di bawah usia 16 tahun.

Tafenoquine adalah obat penting untuk pencegahan malaria. Obat ini efektif, aman, dan mudah digunakan. Tafenoquine harus dipertimbangkan sebagai pilihan utama untuk pencegahan malaria pada orang dewasa dan anak-anak berusia 16 tahun ke atas.

Klorokuin-proguanil

Klorokuin-proguanil adalah obat kombinasi yang digunakan untuk mencegah malaria. Obat ini bekerja dengan cara membunuh parasit Plasmodium di dalam sel darah merah. Klorokuin-proguanil efektif untuk mencegah malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum, spesies parasit malaria yang paling umum dan paling mematikan. Obat ini juga efektif untuk mencegah malaria yang disebabkan oleh Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale.

  • Efektivitas

    Klorokuin-proguanil sangat efektif untuk mencegah malaria. Obat ini memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 90% dalam mencegah malaria.

  • Dosis dan Cara Penggunaan

    Klorokuin-proguanil biasanya diminum sekali sehari selama pencegahan malaria. Obat ini harus diminum mulai 1-2 minggu sebelum memasuki daerah endemis malaria dan terus diminum selama 4 minggu setelah meninggalkan daerah tersebut.

  • Efek Samping

    Efek samping klorokuin-proguanil yang paling umum adalah mual, muntah, dan diare. Efek samping yang lebih serius jarang terjadi.

  • Interaksi Obat

    Klorokuin-proguanil dapat berinteraksi dengan beberapa obat lain, termasuk obat untuk mengobati gangguan pencernaan dan obat untuk mengobati kejang. Penting untuk memberi tahu dokter tentang semua obat yang Anda konsumsi sebelum memulai pengobatan dengan klorokuin-proguanil.

    Baca Juga:

    Vitamin Rambut Kering Mahal? Yuk, Ganti dengan Perawatan Rumahan Alami!

    Vitamin Rambut Kering Mahal? Yuk, Ganti dengan Perawatan Rumahan Alami!

Klorokuin-proguanil adalah obat yang penting untuk mencegah malaria. Obat ini efektif, aman, dan mudah digunakan. Klorokuin-proguanil harus dipertimbangkan sebagai pilihan utama untuk pencegahan malaria pada orang dewasa dan anak-anak berusia 10 tahun ke atas.

Dihidroartemisinin-piperakuin

Dihidroartemisinin-piperakuin adalah obat kombinasi yang digunakan untuk mengobati malaria tanpa komplikasi. Obat ini bekerja dengan cara membunuh parasit Plasmodium di dalam sel darah merah.

  • Efektivitas

    Dihidroartemisinin-piperakuin sangat efektif untuk mengobati malaria tanpa komplikasi. Obat ini memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 95% dalam mengobati malaria.

  • Dosis dan Cara Penggunaan

    Dihidroartemisinin-piperakuin biasanya diminum tiga kali sehari selama tiga hari. Obat ini harus diminum bersama dengan makanan.

  • Efek Samping

    Efek samping dihidroartemisinin-piperakuin yang paling umum adalah mual, muntah, dan sakit perut. Efek samping yang lebih serius jarang terjadi.

  • Interaksi Obat

    Dihidroartemisinin-piperakuin dapat berinteraksi dengan beberapa obat lain, termasuk obat untuk mengobati kejang dan obat untuk mengobati infeksi HIV. Penting untuk memberi tahu dokter tentang semua obat yang Anda konsumsi sebelum memulai pengobatan dengan dihidroartemisinin-piperakuin.

Dihidroartemisinin-piperakuin adalah obat yang penting untuk pengobatan malaria tanpa komplikasi. Obat ini efektif, aman, dan mudah digunakan. Dihidroartemisinin-piperakuin harus dipertimbangkan sebagai pilihan utama untuk pengobatan malaria tanpa komplikasi.

Artesunat-amodiaquine

Artesunat-amodiaquine adalah obat kombinasi yang digunakan untuk mengobati malaria tanpa komplikasi. Obat ini bekerja dengan cara membunuh parasit Plasmodium di dalam sel darah merah.

Artesunat-amodiaquine sangat efektif untuk mengobati malaria tanpa komplikasi. Obat ini memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 95% dalam mengobati malaria. Artesunat-amodiaquine biasanya diminum sekali sehari selama tiga hari. Obat ini harus diminum bersama dengan makanan.

Efek samping artesunat-amodiaquine yang paling umum adalah mual, muntah, dan sakit perut. Efek samping yang lebih serius jarang terjadi. Artesunat-amodiaquine dapat berinteraksi dengan beberapa obat lain, termasuk obat untuk mengobati kejang dan obat untuk mengobati infeksi HIV. Penting untuk memberi tahu dokter tentang semua obat yang Anda konsumsi sebelum memulai pengobatan dengan artesunat-amodiaquine.

Artesunat-amodiaquine adalah obat yang penting untuk pengobatan malaria tanpa komplikasi. Obat ini efektif, aman, dan mudah digunakan. Artesunat-amodiaquine harus dipertimbangkan sebagai pilihan utama untuk pengobatan malaria tanpa komplikasi.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Obat untuk mencegah malaria telah terbukti efektif dalam mengurangi risiko penyakit ini pada orang yang bepergian ke daerah endemis. Sebuah studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menemukan bahwa obat antimalaria klorokuin mengurangi risiko malaria sebesar 80% pada pelancong yang mengunjungi Afrika sub-Sahara.

Studi lain yang diterbitkan dalam The Lancet menemukan bahwa obat antimalaria meflokuin mengurangi risiko malaria sebesar 90% pada pelancong yang mengunjungi Asia Tenggara. Studi ini juga menemukan bahwa meflokuin efektif dalam mencegah malaria yang resistan terhadap klorokuin.

Meskipun obat-obatan ini terbukti efektif, penting untuk dicatat bahwa tidak ada obat yang 100% efektif dalam mencegah malaria. Oleh karena itu, penting untuk mengambil langkah-langkah lain untuk mencegah malaria, seperti menggunakan kelambu yang diobati dengan insektisida dan memakai pakaian pelindung.

Ada beberapa perdebatan mengenai penggunaan obat untuk mencegah malaria. Beberapa orang berpendapat bahwa obat-obatan ini tidak perlu dikonsumsi oleh orang sehat yang bepergian ke daerah endemis malaria. Yang lain berpendapat bahwa manfaat obat-obatan ini lebih besar daripada risikonya dan harus direkomendasikan untuk semua pelancong.

Penting untuk mempertimbangkan bukti secara kritis ketika membuat keputusan tentang apakah akan mengonsumsi obat untuk mencegah malaria. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan meliputi tujuan perjalanan, durasi perjalanan, dan risiko malaria di daerah yang akan dikunjungi.

Tips Mencegah Malaria

Malaria adalah penyakit menular serius yang ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Meskipun tidak ada obat yang 100% efektif untuk mencegah malaria, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengurangi risiko Anda terkena penyakit ini, di antaranya:

1. Gunakan kelambu yang diobati dengan insektisida

Kelambu berinsektisida adalah cara yang efektif untuk mencegah gigitan nyamuk. Pastikan kelambu Anda dalam kondisi baik dan tidak robek atau berlubang.

2. Kenakan pakaian pelindung

Kenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang saat berada di luar ruangan, terutama saat senja dan malam hari. Pakaian berwarna terang lebih disukai karena nyamuk lebih tertarik pada warna gelap.

3. Gunakan obat anti nyamuk

Oleskan obat anti nyamuk yang mengandung DEET, picaridin, atau IR3535 pada kulit Anda yang terbuka. Ulangi aplikasi sesuai petunjuk pada kemasan.

4. Hindari daerah dengan genangan air

Nyamuk berkembang biak di genangan air, jadi hindari daerah seperti rawa, kolam, dan selokan. Jika Anda harus berada di dekat genangan air, kenakan pakaian pelindung dan gunakan obat anti nyamuk.

5. Minum obat antimalaria

Dalam beberapa kasus, dokter Anda mungkin akan merekomendasikan untuk minum obat antimalaria sebelum, selama, dan setelah perjalanan Anda ke daerah endemis malaria. Obat-obatan ini dapat membantu mencegah infeksi malaria atau mengurangi keparahannya.

Mengikuti tips ini dapat membantu Anda mengurangi risiko terkena malaria. Penting untuk diingat bahwa tidak ada obat yang 100% efektif, jadi penting untuk mengambil beberapa tindakan pencegahan untuk melindungi diri Anda.

Jika Anda mengalami gejala malaria, seperti demam, menggigil, dan sakit kepala, segera cari pertolongan medis.

FAQs

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum tentang obat untuk mencegah malaria:

1. Apa saja obat yang digunakan untuk mencegah malaria?+
Beberapa obat yang umum digunakan untuk mencegah malaria adalah klorokuin, meflokuin, dan malaron.
2. Bagaimana cara kerja obat untuk mencegah malaria?+
Obat untuk mencegah malaria bekerja dengan cara membunuh parasit Plasmodium di dalam sel darah merah atau mencegah pertumbuhannya.
3. Kapan saya harus mulai minum obat untuk mencegah malaria?+
Anda harus mulai minum obat untuk mencegah malaria 1-2 minggu sebelum memasuki daerah endemis malaria.
4. Berapa lama saya harus minum obat untuk mencegah malaria?+
Anda harus terus minum obat untuk mencegah malaria selama berada di daerah endemis malaria dan selama 4 minggu setelah meninggalkan daerah tersebut.
5. Apakah obat untuk mencegah malaria aman digunakan?+
Ya, obat untuk mencegah malaria umumnya aman digunakan. Namun, beberapa orang mungkin mengalami efek samping, seperti mual, muntah, dan sakit perut.
6. Siapa saja yang tidak boleh minum obat untuk mencegah malaria?+
Orang yang memiliki masalah hati atau ginjal tidak boleh minum obat untuk mencegah malaria.

Kesimpulan

Malaria merupakan penyakit serius yang dapat dicegah dengan penggunaan obat-obatan antimalaria. Obat-obatan ini bekerja dengan cara membunuh parasit Plasmodium di dalam sel darah merah atau mencegah pertumbuhannya. Terdapat berbagai jenis obat antimalaria yang tersedia, dan pilihan obat yang tepat akan tergantung pada faktor-faktor seperti tujuan perjalanan, durasi perjalanan, dan risiko malaria di daerah yang akan dikunjungi.

Meskipun obat-obatan antimalaria umumnya aman digunakan, namun beberapa orang mungkin mengalami efek samping. Oleh karena itu, penting untuk mendiskusikan risiko dan manfaat penggunaan obat antimalaria dengan dokter sebelum memulai pengobatan. Selain penggunaan obat-obatan antimalaria, langkah-langkah pencegahan lain seperti penggunaan kelambu berinsektisida dan penggunaan obat anti nyamuk juga penting untuk mengurangi risiko terkena malaria.

Youtube Video: