Tawon.co.id

Kenali Berat Badan Normal Ibu Hamil, Yuk! Panduan Lengkap

By: Rina Wulan June Sat 2024

Kenali Berat Badan Normal Ibu Hamil, Yuk! Panduan Lengkap

Pertambahan berat badan selama kehamilan merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil. Dengan mengetahui pertambahan berat badan normal selama kehamilan, ibu hamil dapat menjaga kesehatan diri dan janinnya.

Pertambahan berat badan normal selama kehamilan berbeda-beda tergantung dari berat badan awal ibu hamil. Berikut adalah kisaran pertambahan berat badan normal selama kehamilan berdasarkan berat badan awal ibu hamil:

  • Ibu hamil dengan berat badan kurang: 12,5-18 kg
  • Ibu hamil dengan berat badan normal: 11,5-16 kg
  • Ibu hamil dengan berat badan berlebih: 7-11,5 kg
  • Ibu hamil dengan berat badan obesitas: 5-9 kg

Pertambahan berat badan selama kehamilan umumnya terjadi secara bertahap. Pada trimester pertama, pertambahan berat badan biasanya sekitar 1-2 kg. Pada trimester kedua, pertambahan berat badan sekitar 0,5 kg per minggu. Sementara pada trimester ketiga, pertambahan berat badan sekitar 0,5-1 kg per minggu.

Ibu hamil perlu memantau pertambahan berat badannya secara teratur. Jika pertambahan berat badan terlalu cepat atau terlalu lambat, ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Kenali Pertambahan Berat Badan Ibu Hamil yang Normal di Sini

Pertambahan berat badan selama kehamilan merupakan hal penting yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Berikut adalah 10 aspek penting terkait pertambahan berat badan ibu hamil yang normal:

  • Berat badan awal: Berat badan sebelum hamil mempengaruhi pertambahan berat badan selama kehamilan.
  • Trimester: Pertambahan berat badan terjadi bertahap pada setiap trimester kehamilan.
  • Mingguan: Pada trimester kedua dan ketiga, pertambahan berat badan sekitar 0,5-1 kg per minggu.
  • Penyebab: Pertambahan berat badan terlalu cepat atau lambat perlu dikonsultasikan ke dokter.
  • Janin: Pertambahan berat badan ibu sebagian besar berasal dari pertumbuhan janin.
  • Plasenta: Plasenta juga berkontribusi pada pertambahan berat badan ibu.
  • Cairan ketuban: Cairan ketuban juga menambah berat badan ibu selama kehamilan.
  • Lemak: Ibu hamil juga menyimpan lemak sebagai cadangan energi selama kehamilan.
  • Darah: Volume darah ibu hamil meningkat selama kehamilan.
  • Payudara: Payudara ibu hamil juga membesar selama kehamilan.

Dengan memahami aspek-aspek penting ini, ibu hamil dapat memantau pertambahan berat badannya secara teratur dan menjaga kesehatannya selama kehamilan. Jika pertambahan berat badan terlalu cepat atau terlalu lambat, ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga:

Temukan Ragam Manfaat Menyelam, Panduan Lengkap Agar Aman!

Temukan Ragam Manfaat Menyelam, Panduan Lengkap Agar Aman!

Berat Badan Awal

Berat badan awal merupakan faktor penting yang mempengaruhi pertambahan berat badan selama kehamilan. Ibu hamil dengan berat badan kurang berisiko mengalami komplikasi seperti kelahiran prematur dan bayi dengan berat lahir rendah. Sebaliknya, ibu hamil dengan berat badan berlebih atau obesitas berisiko mengalami komplikasi seperti preeklampsia, diabetes gestasional, dan kelahiran sesar.

  • Risiko Komplikasi: Berat badan awal yang tidak ideal dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.
  • Pertumbuhan Janin: Berat badan awal juga mempengaruhi pertumbuhan janin. Ibu hamil dengan berat badan kurang berisiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah.
  • Cadangan Energi: Berat badan awal yang cukup menyediakan cadangan energi untuk ibu hamil selama kehamilan dan menyusui.
  • Kebutuhan Nutrisi: Berat badan awal menentukan kebutuhan nutrisi ibu hamil. Ibu hamil dengan berat badan berlebih atau obesitas membutuhkan lebih banyak kalori dan nutrisi.

Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengetahui berat badan ideal sebelum hamil dan menjaga pertambahan berat badan yang sehat selama kehamilan. Dengan menjaga berat badan ideal, ibu hamil dapat mengurangi risiko komplikasi dan melahirkan bayi yang sehat.

Trimester

Pertambahan berat badan selama kehamilan terjadi secara bertahap pada setiap trimester. Hal ini dikarenakan kebutuhan nutrisi dan pertumbuhan janin berbeda-beda pada setiap trimester. Berikut adalah penjelasan tentang pertambahan berat badan pada setiap trimester:

  • Trimester Pertama: Pada trimester pertama, pertambahan berat badan biasanya sekitar 1-2 kg. Hal ini dikarenakan pada trimester pertama, pertumbuhan janin masih sangat kecil dan kebutuhan nutrisi ibu hamil belum terlalu tinggi.
  • Trimester Kedua: Pada trimester kedua, pertambahan berat badan sekitar 0,5 kg per minggu. Hal ini dikarenakan pada trimester kedua, pertumbuhan janin mulai pesat dan kebutuhan nutrisi ibu hamil meningkat.
  • Trimester Ketiga: Pada trimester ketiga, pertambahan berat badan sekitar 0,5-1 kg per minggu. Hal ini dikarenakan pada trimester ketiga, pertumbuhan janin semakin pesat dan kebutuhan nutrisi ibu hamil semakin tinggi.

Dengan memahami pertambahan berat badan pada setiap trimester, ibu hamil dapat memantau berat badannya secara teratur dan menjaga kesehatan diri dan janinnya. Jika pertambahan berat badan terlalu cepat atau terlalu lambat, ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Mingguan

Pertambahan berat badan sekitar 0,5-1 kg per minggu pada trimester kedua dan ketiga merupakan hal yang normal dalam kehamilan. Pertambahan berat badan ini terjadi karena adanya pertumbuhan janin yang pesat dan peningkatan kebutuhan nutrisi ibu hamil. Dengan memahami pola pertambahan berat badan normal selama kehamilan, ibu hamil dapat menjaga kesehatan diri dan janinnya.

Baca Juga:

Rahasia Mengungkap Biang Kerok Jerawat Membandel di Pipi

Rahasia Mengungkap Biang Kerok Jerawat Membandel di Pipi
  • Pertumbuhan Janin: Pertambahan berat badan pada trimester kedua dan ketiga sebagian besar disebabkan oleh pertumbuhan janin. Janin mulai tumbuh pesat pada trimester kedua dan terus bertambah berat hingga menjelang persalinan.
  • Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil: Kebutuhan nutrisi ibu hamil meningkat pada trimester kedua dan ketiga. Ibu hamil membutuhkan lebih banyak kalori, protein, zat besi, dan kalsium untuk mendukung pertumbuhan janin dan mempersiapkan diri untuk persalinan.
  • Pemantauan Berat Badan: Ibu hamil perlu memantau berat badannya secara teratur pada trimester kedua dan ketiga. Dengan memantau berat badan, ibu hamil dapat memastikan bahwa pertambahan berat badannya sesuai dengan kebutuhan nutrisi janin dan dirinya.
  • Konsultasi Dokter: Jika pertambahan berat badan terlalu cepat atau terlalu lambat, ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan. Dokter akan memeriksa kondisi ibu hamil dan janin untuk mengetahui penyebabnya dan memberikan penanganan yang tepat.

Dengan memahami pola pertambahan berat badan normal selama kehamilan dan memantau berat badan secara teratur, ibu hamil dapat menjaga kesehatan diri dan janinnya. Pertambahan berat badan yang sesuai kebutuhan nutrisi akan mendukung pertumbuhan janin yang optimal dan mempersiapkan ibu hamil untuk persalinan yang sehat.

Penyebab

Pertambahan berat badan yang terlalu cepat atau terlalu lambat selama kehamilan merupakan hal yang perlu diwaspadai. Hal ini dapat menjadi indikasi adanya masalah kesehatan pada ibu hamil atau janin. Berikut adalah beberapa penyebab yang perlu dipertimbangkan dan dikonsultasikan ke dokter:

  • Faktor Genetik: Faktor genetik dapat mempengaruhi pertambahan berat badan selama kehamilan. Beberapa wanita mungkin memiliki kecenderungan untuk menambah berat badan lebih cepat atau lebih lambat daripada yang lain.
  • Kondisi Kesehatan Ibu: Kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes gestasional atau preeklampsia, dapat mempengaruhi pertambahan berat badan selama kehamilan.
  • Pola Makan: Pola makan yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan tinggi kalori dan lemak, dapat menyebabkan pertambahan berat badan yang terlalu cepat selama kehamilan.
  • Aktivitas Fisik: Kurangnya aktivitas fisik selama kehamilan dapat menyebabkan pertambahan berat badan yang terlalu banyak.

Selain itu, pertambahan berat badan yang terlalu lambat selama kehamilan juga perlu diwaspadai. Hal ini dapat menjadi indikasi adanya masalah pada pertumbuhan janin atau kekurangan nutrisi pada ibu hamil. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk memantau pertambahan berat badannya secara teratur dan berkonsultasi dengan dokter kandungan jika terjadi pertambahan berat badan yang tidak normal.

Janin

Selama kehamilan, sebagian besar pertambahan berat badan ibu berasal dari pertumbuhan dan perkembangan janin. Janin mulai tumbuh pesat pada trimester kedua dan terus bertambah berat hingga menjelang persalinan. Pada akhir kehamilan, berat janin dapat mencapai sekitar 3-4 kg.

Pertumbuhan janin yang sehat membutuhkan nutrisi yang cukup dari ibu. Nutrisi tersebut digunakan untuk membangun dan mengembangkan organ-organ janin, tulang, otot, dan jaringan lainnya. Oleh karena itu, ibu hamil perlu mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi janin dan dirinya.

Baca Juga:

Kenali Macam-Macam Penyakit Kulit dan Atasi Sejak Dini

Kenali Macam-Macam Penyakit Kulit dan Atasi Sejak Dini

Dengan memahami bahwa pertambahan berat badan ibu selama kehamilan sebagian besar berasal dari pertumbuhan janin, ibu hamil dapat lebih aware akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan janinnya. Ibu hamil dapat memantau pertambahan berat badannya secara teratur dan berkonsultasi dengan dokter kandungan jika terjadi pertambahan berat badan yang tidak normal. Dengan menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan, ibu hamil dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin yang optimal.

Plasenta

Selama kehamilan, plasenta merupakan organ penting yang berperan dalam pertukaran nutrisi antara ibu dan janin. Plasenta juga berkontribusi pada pertambahan berat badan ibu.

  • Pertumbuhan Plasenta: Plasenta tumbuh bersamaan dengan janin. Pada akhir kehamilan, berat plasenta bisa mencapai sekitar 0,5-1 kg.
  • Fungsi Plasenta: Plasenta berfungsi sebagai penghubung antara ibu dan janin, memfasilitasi pertukaran oksigen, nutrisi, dan hormon.
  • Pertambahan Berat Badan: Pertumbuhan dan fungsi plasenta berkontribusi pada pertambahan berat badan ibu selama kehamilan.

Dengan memahami peran plasenta dalam pertambahan berat badan ibu, ibu hamil dapat lebih aware akan pentingnya menjaga kesehatan plasenta. Ibu hamil dapat menjaga kesehatan plasenta melalui pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, dan menghindari merokok dan alkohol. Dengan menjaga kesehatan plasenta, ibu hamil dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin yang optimal.

Cairan ketuban

Cairan ketuban merupakan cairan yang mengelilingi janin dalam rahim. Cairan ini berfungsi sebagai pelindung janin dari benturan, infeksi, dan perubahan suhu. Cairan ketuban juga berperan dalam perkembangan paru-paru janin dan membantu mengatur suhu tubuh janin.

Selama kehamilan, volume cairan ketuban akan terus bertambah seiring dengan pertumbuhan janin. Pada akhir kehamilan, volume cairan ketuban bisa mencapai sekitar 1-1,5 liter. Pertambahan volume cairan ketuban ini juga berkontribusi pada pertambahan berat badan ibu selama kehamilan.

Baca Juga:

Waspadalah! Inilah Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Harus Anda Ketahui

Waspadalah! Inilah Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Harus Anda Ketahui

Dengan memahami peran cairan ketuban dalam pertambahan berat badan ibu, ibu hamil dapat lebih aware akan pentingnya menjaga kesehatan cairan ketuban. Ibu hamil dapat menjaga kesehatan cairan ketuban melalui pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, dan menghindari merokok dan alkohol. Dengan menjaga kesehatan cairan ketuban, ibu hamil dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin yang optimal.

Lemak

Penyimpanan lemak selama kehamilan merupakan bagian penting dari pertambahan berat badan normal selama kehamilan (“kenali pertambahan berat badan ibu hamil yang normal di sini”). Lemak yang disimpan ini berfungsi sebagai cadangan energi untuk ibu hamil, terutama pada trimester ketiga dan selama persalinan.

Pada trimester ketiga, kebutuhan energi ibu hamil meningkat pesat. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan janin yang cepat dan persiapan tubuh ibu untuk persalinan. Lemak yang disimpan selama kehamilan akan digunakan sebagai sumber energi tambahan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Selain itu, lemak yang disimpan selama kehamilan juga berperan penting dalam produksi hormon. Hormon-hormon ini diperlukan untuk mengatur berbagai proses selama kehamilan, termasuk pertumbuhan janin, perkembangan payudara, dan persiapan persalinan.

Dengan memahami peran lemak sebagai cadangan energi selama kehamilan, ibu hamil dapat lebih aware akan pentingnya menjaga pola makan sehat dan seimbang. Ibu hamil perlu mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi dan rendah lemak tidak sehat untuk memastikan bahwa kebutuhan energi dan nutrisi terpenuhi tanpa menyebabkan penambahan berat badan yang berlebihan.

Baca Juga:

10 Cara Move On dari Patah Hati yang Ampuh, Dijamin Manjur!

10 Cara Move On dari Patah Hati yang Ampuh, Dijamin Manjur!

Darah

Peningkatan volume darah selama kehamilan merupakan bagian penting dari “kenali pertambahan berat badan ibu hamil yang normal di sini”. Darah ekstra ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi yang meningkat dari ibu dan janin.

  • Peran Peningkatan Volume Darah: Darah ekstra membantu membawa oksigen dan nutrisi ke rahim dan janin, serta membuang produk limbah.
  • Waktu Peningkatan: Volume darah mulai meningkat pada awal kehamilan dan mencapai puncaknya pada trimester ketiga.
  • Jumlah Peningkatan: Volume darah dapat meningkat hingga 40-50% selama kehamilan.
  • Dampak pada Berat Badan: Peningkatan volume darah berkontribusi pada pertambahan berat badan secara keseluruhan selama kehamilan.

Memahami peningkatan volume darah selama kehamilan dapat membantu ibu hamil menyadari pentingnya menjaga kesehatan secara keseluruhan. Peningkatan volume darah ini penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin yang optimal.

Payudara

Pembesaran payudara selama kehamilan merupakan bagian penting dari “kenali pertambahan berat badan ibu hamil yang normal di sini”. Payudara bersiap untuk menyusui setelah kelahiran bayi.

Pembesaran payudara dimulai pada awal kehamilan dan berlanjut hingga trimester ketiga. Payudara menjadi lebih besar dan lebih berat karena peningkatan jaringan kelenjar dan lemak.

Peningkatan ukuran payudara berkontribusi pada pertambahan berat badan secara keseluruhan selama kehamilan. Rata-rata, payudara dapat bertambah sekitar 0,5-1 kg selama kehamilan.

Memahami pembesaran payudara selama kehamilan dapat membantu ibu hamil menyadari perubahan normal yang terjadi pada tubuh mereka. Pembesaran payudara adalah bagian penting dari persiapan tubuh untuk menyusui.

Studi Ilmiah dan Kasus terkait “kenali pertambahan berat badan ibu hamil yang normal di sini”

Studi ilmiah telah menunjukkan bahwa pertambahan berat badan selama kehamilan sangat penting untuk kesehatan ibu dan janin. Studi yang dilakukan oleh Institute of Medicine (IOM) pada tahun 2009 menemukan bahwa pertambahan berat badan yang sesuai selama kehamilan dapat mengurangi risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan komplikasi lainnya.

Baca Juga:

Rahasia Sendawakan Bayi, Bye-bye Perut Kembung!

Rahasia Sendawakan Bayi, Bye-bye Perut Kembung!

Sebuah studi lain yang diterbitkan dalam jurnal “Obstetrics & Gynecology” pada tahun 2017 menemukan bahwa ibu hamil yang menambah berat badan sesuai dengan rekomendasi IOM memiliki risiko lebih rendah mengalami preeklampsia, diabetes gestasional, dan persalinan sesar.

Studi-studi ini menunjukkan bahwa pertambahan berat badan yang sesuai selama kehamilan bermanfaat bagi kesehatan ibu dan janin. Namun, penting untuk dicatat bahwa kebutuhan setiap ibu hamil bervariasi, dan dokter kandungan harus dilibatkan dalam memantau pertambahan berat badan selama kehamilan.

Selain studi-studi di atas, terdapat banyak penelitian lain yang mendukung pentingnya pertambahan berat badan yang sesuai selama kehamilan. Penelitian-penelitian ini telah membantu mengembangkan pedoman yang digunakan oleh dokter kandungan untuk memantau pertambahan berat badan ibu hamil.

Tips Mengenali Pertambahan Berat Badan Normal pada Ibu Hamil

Menjaga pertambahan berat badan yang normal selama kehamilan sangat penting untuk kesehatan ibu dan janin. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda mengenali pertambahan berat badan yang normal:

1. Ketahui Berat Badan Ideal Sebelum Hamil

Berat badan sebelum hamil dapat mempengaruhi pertambahan berat badan selama kehamilan. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan berat badan ideal Anda sebelum hamil.

2. Pantau Pertambahan Berat Badan Secara Teratur

Timbang berat badan Anda secara teratur selama kehamilan untuk memantau pertambahan berat badan Anda. Catat berat badan Anda dan diskusikan dengan dokter Anda pada setiap kunjungan prenatal.

3. Konsumsi Makanan Sehat dan Bergizi

Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda dan bayi Anda yang sedang tumbuh. Fokus pada buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak.

Baca Juga:

Jangan Anggap Sepele Sakit Perut Muncul Terus, Bisa Jadi Karena Stres!

Jangan Anggap Sepele Sakit Perut Muncul Terus, Bisa Jadi Karena Stres!

4. Batasi Makanan Tinggi Kalori dan Lemak

Batasi konsumsi makanan tinggi kalori dan lemak, seperti makanan olahan, makanan cepat saji, dan minuman manis. Makanan ini dapat menyebabkan pertambahan berat badan yang berlebihan selama kehamilan.

5. Lakukan Aktivitas Fisik Teratur

Tetap aktif secara fisik selama kehamilan dengan melakukan aktivitas yang aman, seperti jalan kaki, berenang, atau yoga prenatal. Aktivitas fisik dapat membantu mengontrol pertambahan berat badan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

6. Hindari Merokok dan Alkohol

Merokok dan alkohol dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. Hindari merokok dan alkohol selama kehamilan untuk memastikan pertambahan berat badan yang sehat.

7. Konsultasikan dengan Dokter

Konsultasikan dengan dokter Anda secara teratur untuk memantau pertambahan berat badan Anda dan mendiskusikan kekhawatiran apa pun yang Anda miliki. Dokter Anda dapat memberikan panduan dan dukungan yang dipersonalisasi untuk membantu Anda menjaga pertambahan berat badan yang sehat selama kehamilan.

FAQs

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya mengenai pertambahan berat badan ibu hamil:

1. Berapa kisaran pertambahan berat badan normal selama kehamilan?+
Kisaran pertambahan berat badan normal selama kehamilan bergantung pada berat badan awal ibu hamil. Bagi ibu dengan berat badan kurang, pertambahan berat badan yang disarankan adalah 12,5-18 kg. Untuk ibu dengan berat badan normal, kisarannya adalah 11,5-16 kg. Ibu dengan berat badan berlebih disarankan untuk menambah berat badan 7-11,5 kg, sedangkan ibu dengan berat badan obesitas disarankan untuk menambah berat badan 5-9 kg.
2. Bagaimana cara memantau pertambahan berat badan selama kehamilan?+
Ibu hamil perlu menimbang berat badan secara teratur selama kehamilan. Penambahan berat badan dapat dicatat dan didiskusikan dengan dokter pada setiap kunjungan prenatal.
3. Apakah ibu hamil perlu mengonsumsi makanan khusus?+
Tidak, ibu hamil tidak perlu mengonsumsi makanan khusus. Namun, penting untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan janin. Fokus pada konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak.
4. Apakah ibu hamil boleh berolahraga?+
Ya, ibu hamil boleh berolahraga. Aktivitas fisik selama kehamilan dapat membantu mengontrol pertambahan berat badan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Pilih aktivitas yang aman, seperti jalan kaki, berenang, atau yoga prenatal.
5. Kapan waktu yang tepat untuk berkonsultasi dengan dokter?+
Ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter secara teratur untuk memantau pertambahan berat badan dan mendiskusikan masalah atau kekhawatiran apa pun. Konsultasi prenatal sangat penting untuk memastikan kehamilan yang sehat.
6. Apa saja faktor yang mempengaruhi pertambahan berat badan selama kehamilan?+
Beberapa faktor yang mempengaruhi pertambahan berat badan selama kehamilan meliputi berat badan awal ibu, trimester kehamilan, aktivitas fisik, dan pola makan.

Kesimpulan Kenali Pertambahan Berat Badan Ibu Hamil yang Normal di Sini

Pertambahan berat badan selama kehamilan merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Dengan memahami pola pertambahan berat badan yang normal, memantau berat badan secara teratur, dan berkonsultasi dengan dokter jika terjadi pertambahan berat badan yang tidak wajar, ibu hamil dapat menjaga kehamilan yang sehat.

Penting bagi ibu hamil untuk mengonsumsi makanan bergizi, menjaga gaya hidup aktif, dan menghindari merokok dan alkohol selama kehamilan. Dengan mematuhi tips-tips yang telah dibahas, ibu hamil dapat memberikan lingkungan yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

Youtube Video: