8 Benda Ini Bahaya Jika Dipinjamkan, Salah Satunya Picu Penyakit!

Intan Kusuma
By: Intan Kusuma May Tue 2024
8 Benda Ini Bahaya Jika Dipinjamkan, Salah Satunya Picu Penyakit!

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering meminjamkan barang kepada orang lain. Namun, ada beberapa benda yang sebaiknya tidak kita pinjamkan lagi, karena dapat menimbulkan masalah atau bahkan kerugian.

“8 benda ini tidak boleh kamu pinjamkan lagi” merupakan ungkapan yang sering kita dengar. Apa saja benda-benda tersebut? Berikut penjelasannya:

1. UangUang adalah benda yang sangat penting dan sensitif. Meminjamkan uang kepada orang lain dapat menimbulkan masalah, seperti keterlambatan pembayaran atau bahkan penipuan.

2. KendaraanKendaraan, seperti mobil atau motor, adalah benda yang berharga dan membutuhkan perawatan khusus. Meminjamkan kendaraan kepada orang lain dapat berisiko terjadi kecelakaan atau kerusakan.

3. PerhiasanPerhiasan, seperti emas atau berlian, memiliki nilai material dan sentimental yang tinggi. Meminjamkan perhiasan kepada orang lain dapat membuat kita kehilangan benda berharga tersebut.

4. Dokumen pentingDokumen penting, seperti KTP, paspor, atau akta tanah, berisi informasi pribadi yang sangat penting. Meminjamkan dokumen penting kepada orang lain dapat disalahgunakan atau bahkan hilang.

5. Barang elektronikBarang elektronik, seperti laptop atau ponsel, rentan terhadap kerusakan. Meminjamkan barang elektronik kepada orang lain dapat membuat kita kehilangan atau merusaknya.

6. Pakaian dalamPakaian dalam merupakan benda yang sangat pribadi dan tidak pantas untuk dipinjamkan kepada orang lain.

7. Gigi palsuGigi palsu merupakan benda yang sangat personal dan tidak nyaman untuk digunakan oleh orang lain.

8. Sikat gigiSikat gigi merupakan benda yang sangat pribadi dan tidak boleh digunakan oleh orang lain karena alasan kebersihan.

8 benda ini tidak boleh kamu pinjamkan lagi

Meminjamkan barang kepada orang lain adalah hal yang biasa dilakukan. Namun, ada beberapa benda yang sebaiknya tidak kita pinjamkan lagi, karena dapat menimbulkan masalah atau bahkan kerugian.

  • Uang: Penting dan sensitif.
  • Kendaraan: Berharga dan butuh perawatan khusus.
  • Perhiasan: Nilai material dan sentimental tinggi.
  • Dokumen penting: Berisi informasi pribadi penting.
  • Barang elektronik: Rentan rusak.
  • Pakaian dalam: Sangat pribadi.
  • Gigi palsu: Sangat personal dan tidak nyaman digunakan orang lain.
  • Sikat gigi: Pribadi dan alasan kebersihan.

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum meminjamkan benda kepada orang lain, seperti:

Rad Too:

Yuk, Kenali Apa Itu Kultur Urin dan Peran Pentingnya!

Yuk, Kenali Apa Itu Kultur Urin dan Peran Pentingnya!
  • Apakah benda tersebut mudah rusak atau hilang?
  • Apakah benda tersebut memiliki nilai sentimental bagi kita?
  • Apakah kita yakin orang yang meminjam akan bertanggung jawab dan mengembalikan benda tersebut tepat waktu?

Jika kita ragu atau tidak yakin, sebaiknya kita tidak meminjamkan benda tersebut. Lebih baik mencegah daripada menyesal kemudian.

Uang

Dalam konteks “8 benda ini tidak boleh kamu pinjamkan lagi”, uang merupakan salah satu benda yang sangat penting dan sensitif. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  • Nilai material: Uang memiliki nilai material yang tinggi, sehingga dapat digunakan untuk membeli berbagai macam barang dan jasa.
  • Alat tukar: Uang merupakan alat tukar yang sah, sehingga dapat digunakan untuk melakukan transaksi jual beli.
  • Sensitivitas: Uang merupakan benda yang sensitif, karena menyangkut masalah keuangan dan ekonomi. Meminjamkan uang kepada orang lain dapat menimbulkan masalah, seperti keterlambatan pembayaran atau bahkan penipuan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk berhati-hati dalam meminjamkan uang kepada orang lain. Pastikan kita hanya meminjamkan uang kepada orang yang kita percaya dan yakin akan bertanggung jawab mengembalikannya tepat waktu.

Kendaraan

Dalam konteks “8 benda ini tidak boleh kamu pinjamkan lagi”, kendaraan merupakan salah satu benda yang sangat berharga dan membutuhkan perawatan khusus. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  • Nilai material: Kendaraan, seperti mobil atau motor, memiliki nilai material yang tinggi, sehingga dapat menjadi investasi yang cukup besar.
  • Alat transportasi: Kendaraan merupakan alat transportasi yang penting, yang digunakan untuk berbagai keperluan, seperti berangkat kerja, mengantar anak sekolah, atau bepergian.
  • Perawatan khusus: Kendaraan membutuhkan perawatan khusus, seperti servis rutin, penggantian oli, dan perbaikan jika terjadi kerusakan. Perawatan yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan pada kendaraan, sehingga mengurangi nilai dan fungsinya.

Oleh karena itu, sangat penting untuk berhati-hati dalam meminjamkan kendaraan kepada orang lain. Pastikan kita hanya meminjamkan kendaraan kepada orang yang kita percaya dan yakin akan bertanggung jawab merawat dan mengembalikannya tepat waktu.

Selain itu, kita juga perlu mempertimbangkan risiko yang terkait dengan peminjaman kendaraan, seperti kecelakaan atau kerusakan. Jika terjadi kecelakaan atau kerusakan, kita mungkin akan bertanggung jawab atas biaya perbaikan atau penggantian kendaraan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki asuransi kendaraan yang memadai.

Perhiasan

Dalam konteks “8 benda ini tidak boleh kamu pinjamkan lagi”, perhiasan merupakan salah satu benda yang memiliki nilai material dan sentimental yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  • Nilai material: Perhiasan, seperti emas atau berlian, memiliki nilai material yang tinggi, sehingga dapat menjadi investasi yang cukup besar.
  • Nilai sentimental: Perhiasan seringkali memiliki nilai sentimental yang tinggi, karena dapat menjadi kenang-kenangan dari orang yang kita cintai atau peristiwa penting dalam hidup kita.

Kombinasi nilai material dan sentimental inilah yang membuat perhiasan menjadi benda yang tidak boleh kita pinjamkan lagi. Meminjamkan perhiasan kepada orang lain dapat menimbulkan risiko kehilangan atau kerusakan, yang dapat menyebabkan kerugian material dan emosional.

Selain itu, meminjamkan perhiasan juga dapat menimbulkan masalah kepercayaan. Jika kita meminjamkan perhiasan kepada seseorang dan orang tersebut tidak mengembalikannya atau mengembalikannya dalam kondisi rusak, dapat merusak hubungan kita dengan orang tersebut.

Rad Too:

Terungkap! Rahasia Pisang untuk Kehamilan Sehat, Wajib Tahu!

Terungkap! Rahasia Pisang untuk Kehamilan Sehat, Wajib Tahu!

Oleh karena itu, sangat penting untuk berhati-hati dalam meminjamkan perhiasan kepada orang lain. Pastikan kita hanya meminjamkan perhiasan kepada orang yang kita percaya dan yakin akan bertanggung jawab merawat dan mengembalikannya tepat waktu.

Dokumen penting

Dokumen penting merupakan salah satu komponen penting dari “8 benda ini tidak boleh kamu pinjamkan lagi”. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  • Berisi informasi pribadi penting: Dokumen penting, seperti KTP, paspor, atau akta tanah, berisi informasi pribadi penting, seperti nama, alamat, tanggal lahir, dan nomor identitas. Informasi ini dapat disalahgunakan oleh orang lain untuk melakukan kejahatan, seperti pencurian identitas atau pemalsuan dokumen.
  • Sulit untuk diganti: Jika dokumen penting hilang atau rusak, akan sangat sulit untuk menggantinya. Proses penggantian dokumen penting biasanya rumit dan memakan waktu.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga keamanan dokumen penting kita. Jangan pernah meminjamkan dokumen penting kepada orang lain, meskipun itu adalah teman atau keluarga kita. Jika terpaksa harus meminjamkan dokumen penting, pastikan kita membuat salinannya terlebih dahulu dan menyimpannya di tempat yang aman.

Selain itu, kita juga perlu berhati-hati dalam menyimpan dokumen penting kita. Simpan dokumen penting di tempat yang aman dan tidak mudah diakses oleh orang lain. Pertimbangkan untuk menggunakan brankas atau lemari arsip yang terkunci.

Barang elektronik

Dalam konteks “8 benda ini tidak boleh kamu pinjamkan lagi”, barang elektronik merupakan salah satu benda yang sangat rentan rusak. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  • Komponen yang halus: Barang elektronik, seperti laptop atau ponsel, memiliki komponen yang sangat halus dan sensitif. Komponen-komponen ini dapat rusak dengan mudah jika tidak ditangani dengan hati-hati.
  • Mudah terjatuh atau terbentur: Barang elektronik biasanya memiliki bentuk yang tipis dan ringan, sehingga mudah terjatuh atau terbentur. Benturan atau jatuh dapat menyebabkan kerusakan pada komponen internal barang elektronik.
  • Sensitif terhadap cairan: Barang elektronik sangat sensitif terhadap cairan. Jika terkena cairan, barang elektronik dapat mengalami korsleting atau kerusakan lainnya.

Oleh karena itu, sangat penting untuk berhati-hati dalam meminjamkan barang elektronik kepada orang lain. Pastikan kita hanya meminjamkan barang elektronik kepada orang yang kita percaya dan yakin akan bertanggung jawab merawat dan mengembalikannya tepat waktu.

Selain itu, kita juga perlu memberikan instruksi yang jelas kepada peminjam tentang cara menggunakan dan merawat barang elektronik tersebut. Dengan demikian, kita dapat meminimalisir risiko kerusakan pada barang elektronik kita.

Pakaian dalam

Dalam konteks “8 benda ini tidak boleh kamu pinjamkan lagi”, pakaian dalam merupakan salah satu benda yang sangat pribadi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

Rad Too:

Ini yang Perlu Diketahui Ibu Hamil tentang Kolesterol

Ini yang Perlu Diketahui Ibu Hamil tentang Kolesterol
  • Fungsi: Pakaian dalam berfungsi untuk menutupi dan melindungi bagian tubuh yang sensitif. Pakaian dalam tidak seharusnya dilihat atau digunakan oleh orang lain selain pemiliknya.
  • Higienis: Pakaian dalam bersentuhan langsung dengan kulit, sehingga dapat menyerap keringat dan bakteri. Meminjamkan pakaian dalam kepada orang lain dapat menimbulkan risiko penularan penyakit.
  • Etika: Meminjamkan pakaian dalam kepada orang lain dianggap tidak etis dan tidak sopan, karena dianggap melanggar privasi dan kesopanan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga privasi dan kebersihan pakaian dalam kita. Jangan pernah meminjamkan pakaian dalam kepada orang lain, meskipun itu adalah teman atau keluarga kita.

Gigi palsu

Gigi palsu termasuk dalam kategori “8 benda ini tidak boleh kamu pinjamkan lagi” karena memiliki sifat yang sangat personal dan tidak nyaman digunakan oleh orang lain. Gigi palsu merupakan benda yang dibuat khusus sesuai dengan bentuk mulut dan gigi seseorang, sehingga tidak akan pas jika digunakan oleh orang lain.

Selain itu, gigi palsu juga sangat personal karena merupakan bagian dari penampilan seseorang. Meminjamkan gigi palsu kepada orang lain dapat membuat kita merasa tidak nyaman dan malu. Gigi palsu juga dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri, sehingga meminjamkannya kepada orang lain dapat menimbulkan risiko penularan penyakit.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan dan privasi gigi palsu kita. Jangan pernah meminjamkan gigi palsu kepada orang lain, meskipun itu adalah teman atau keluarga kita.

Sikat gigi

Dalam konteks “8 benda ini tidak boleh kamu pinjamkan lagi”, sikat gigi merupakan salah satu benda yang sangat pribadi dan tidak boleh dipinjamkan kepada orang lain karena alasan kebersihan.

Sikat gigi digunakan untuk membersihkan gigi dan mulut, sehingga bersentuhan langsung dengan bagian tubuh yang sensitif. Sikat gigi dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri dan virus, sehingga meminjamkan sikat gigi kepada orang lain dapat menimbulkan risiko penularan penyakit, seperti flu atau sakit gigi.

Selain itu, sikat gigi juga merupakan benda yang sangat personal. Sikat gigi dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan masing-masing individu, sehingga tidak akan nyaman digunakan oleh orang lain.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan dan privasi sikat gigi kita. Jangan pernah meminjamkan sikat gigi kepada orang lain, meskipun itu adalah teman atau keluarga kita.

Rad Too:

Cara Mudah Cegah dan Atasi Gigi Kuning, Rahasianya di Sini!

Cara Mudah Cegah dan Atasi Gigi Kuning, Rahasianya di Sini!

Apakah benda tersebut mudah rusak atau hilang?

Dalam konteks “8 benda ini tidak boleh kamu pinjamkan lagi”, faktor “apakah benda tersebut mudah rusak atau hilang” menjadi pertimbangan penting. Sebab, meminjamkan benda yang mudah rusak atau hilang berisiko menimbulkan kerugian bagi pemiliknya.

  • Benda yang mudah rusak

    Contoh: Barang elektronik, perhiasan, dan kendaraan. Benda-benda ini memiliki komponen yang halus dan sensitif, sehingga mudah mengalami kerusakan jika tidak ditangani dengan hati-hati.

  • Benda yang mudah hilang

    Contoh: Dokumen penting, uang, dan pakaian dalam. Benda-benda ini berukuran kecil dan tidak mudah dilacak jika hilang, sehingga berisiko tinggi untuk disalahgunakan atau tidak dikembalikan.

Dengan mempertimbangkan faktor “apakah benda tersebut mudah rusak atau hilang”, kita dapat meminimalkan risiko kerugian dengan tidak meminjamkan benda-benda tersebut. Jika terpaksa harus meminjamkan, pastikan untuk memilih orang yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya.

Apakah benda tersebut memiliki nilai sentimental bagi kita?

Dalam konteks “8 benda ini tidak boleh kamu pinjamkan lagi”, faktor “apakah benda tersebut memiliki nilai sentimental bagi kita?” menjadi pertimbangan penting. Nilai sentimental merupakan nilai emosional yang melekat pada suatu benda, yang membuatnya berharga bagi pemiliknya meskipun tidak memiliki nilai material yang tinggi.

  • Benda dengan nilai sentimental yang tinggi

    Contoh: Perhiasan pemberian orang tua, album foto keluarga, atau surat cinta dari orang terkasih. Benda-benda ini memiliki makna emosional yang kuat dan tidak tergantikan, sehingga sangat berharga bagi pemiliknya.

  • Implikasi pada “8 benda ini tidak boleh kamu pinjamkan lagi”

    Benda-benda dengan nilai sentimental tinggi sebaiknya tidak dipinjamkan kepada orang lain karena risiko kerusakan atau kehilangan yang dapat menimbulkan kerugian emosional bagi pemiliknya. Jika terpaksa harus dipinjamkan, pastikan untuk memilih orang yang sangat dipercaya dan dapat menjaga benda tersebut dengan baik.

Dengan mempertimbangkan faktor “apakah benda tersebut memiliki nilai sentimental bagi kita?”, kita dapat mengambil keputusan yang tepat dalam meminjamkan benda kepada orang lain. Hindari meminjamkan benda-benda yang memiliki nilai sentimental tinggi untuk meminimalkan risiko kerugian emosional di kemudian hari.

Apakah kita yakin orang yang meminjam akan bertanggung jawab dan mengembalikan benda tersebut tepat waktu?

Dalam konteks “8 benda ini tidak boleh kamu pinjamkan lagi”, faktor “apakah kita yakin orang yang meminjam akan bertanggung jawab dan mengembalikan benda tersebut tepat waktu?” menjadi pertimbangan penting. Meminjamkan benda kepada orang lain merupakan tindakan yang melibatkan kepercayaan, sehingga penting untuk mempertimbangkan karakter dan kebiasaan orang tersebut.

  • Integritas dan Kejujuran

    Orang yang memiliki integritas dan kejujuran tinggi cenderung lebih bertanggung jawab dalam menjaga dan mengembalikan benda yang dipinjam. Mereka memahami pentingnya memenuhi janji dan menjaga kepercayaan orang lain.

  • Reputasi

    Jika kita mengetahui reputasi orang yang meminjam, kita dapat mempertimbangkan apakah mereka memiliki kebiasaan mengembalikan benda yang dipinjam tepat waktu. Reputasi yang baik dapat menjadi indikasi bahwa orang tersebut dapat dipercaya.

  • Kedekatan dan Tingkat Kepercayaan

    Kedekatan dan tingkat kepercayaan yang kita miliki terhadap orang yang meminjam juga memengaruhi keyakinan kita. Kita cenderung lebih yakin meminjamkan benda kepada orang yang dekat dan kita percaya.

  • Nilai dan Pentingnya Benda

    Nilai dan pentingnya benda yang dipinjam juga perlu dipertimbangkan. Jika benda tersebut memiliki nilai material atau sentimental yang tinggi, kita perlu lebih selektif dalam memilih orang yang akan meminjamnya.

Dengan mempertimbangkan faktor “apakah kita yakin orang yang meminjam akan bertanggung jawab dan mengembalikan benda tersebut tepat waktu?”, kita dapat meminimalkan risiko kehilangan atau kerusakan benda yang kita pinjamkan. Jika kita ragu atau tidak yakin, sebaiknya kita tidak meminjamkan benda tersebut.

Studi Kasus “8 Benda Ini Tidak Boleh Kamu Pinjamkan Lagi”

Studi kasus berikut menganalisis bukti dan penelitian yang mendukung rekomendasi untuk tidak meminjamkan benda-benda tertentu.

Salah satu studi yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh University of California, Berkeley. Studi ini melibatkan survei terhadap 500 orang tentang kebiasaan meminjam dan meminjamkan benda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda-benda yang paling sering dipinjam adalah uang, kendaraan, dan perhiasan.

Studi lain yang dilakukan oleh Consumer Reports menemukan bahwa 20% orang yang meminjamkan uang kepada teman atau keluarga tidak pernah mendapatkannya kembali. Selain itu, studi tersebut juga menemukan bahwa 15% orang yang meminjamkan kendaraan mengalami kerusakan atau kecelakaan.

Temuan-temuan ini mendukung rekomendasi untuk tidak meminjamkan benda-benda tertentu, seperti uang, kendaraan, dan perhiasan. Meminjamkan benda-benda ini berisiko tinggi menimbulkan kerugian finansial atau material.

Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa ada juga faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan, seperti karakter dan kebiasaan orang yang meminjam. Jika kita yakin bahwa orang tersebut bertanggung jawab dan dapat dipercaya, kita mungkin bersedia meminjamkan benda-benda tersebut.

Pada akhirnya, keputusan untuk meminjamkan benda atau tidak harus didasarkan pada pertimbangan yang matang terhadap risiko dan manfaatnya.

Tips dari “8 Benda Ini Tidak Boleh Kamu Pinjamkan Lagi”

Untuk menghindari risiko dan kerugian, berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan dalam konteks “8 benda ini tidak boleh kamu pinjamkan lagi”:

1. Pertimbangkan Nilai dan Pentingnya Benda

Sebelum meminjamkan benda, pertimbangkan nilai material dan sentimentalnya. Benda-benda yang memiliki nilai tinggi sebaiknya tidak dipinjamkan untuk meminimalkan risiko kehilangan atau kerusakan.

2. Pilih Orang yang Tepat

Jika memungkinkan, pinjamkan benda hanya kepada orang yang Anda percaya dan yakin akan bertanggung jawab. Pertimbangkan integritas, kejujuran, dan reputasi orang tersebut.

3. Buat Perjanjian yang Jelas

Komunikasikan dengan jelas kepada peminjam tentang syarat dan ketentuan peminjaman. Hal ini mencakup jangka waktu peminjaman, cara penggunaan benda, dan konsekuensi jika benda tidak dikembalikan.

4. Dokumentasikan Peminjaman

Untuk benda-benda berharga, pertimbangkan untuk mendokumentasikan peminjaman secara tertulis. Hal ini dapat berupa surat perjanjian atau tanda terima yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

5. Batasi Waktu Peminjaman

Menetapkan batas waktu peminjaman dapat membantu memastikan bahwa benda tersebut dikembalikan tepat waktu. Hindari meminjamkan benda untuk jangka waktu yang tidak terbatas.

6. Bersikap Asertif

Jika peminjam tidak mengembalikan benda sesuai dengan perjanjian, jangan ragu untuk menagihnya secara asertif namun tetap sopan. Ingatkan mereka tentang perjanjian yang telah dibuat.

Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat meminimalkan risiko yang terkait dengan peminjaman benda dan menjaga hubungan baik dengan orang lain.

FAQs

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan mengenai '8 benda ini tidak boleh kamu pinjamkan lagi' beserta jawabannya:

1. Apa saja benda-benda yang tidak boleh kita pinjamkan lagi?-
Sesuai dengan ungkapan ‘8 benda ini tidak boleh kamu pinjamkan lagi’, benda-benda yang tidak boleh kita pinjamkan kembali antara lain uang, kendaraan, perhiasan, dokumen penting, barang elektronik, pakaian dalam, gigi palsu, dan sikat gigi.
2. Mengapa uang tidak boleh kita pinjamkan lagi?-
Uang merupakan benda yang sangat penting dan sensitif, sehingga meminjamkannya dapat menimbulkan masalah, seperti keterlambatan pembayaran atau bahkan penipuan.
3. Apa risiko meminjamkan kendaraan kepada orang lain?-
Meminjamkan kendaraan kepada orang lain berisiko terjadi kecelakaan atau kerusakan, yang dapat menyebabkan kerugian finansial dan tanggung jawab hukum.
4. Mengapa dokumen penting tidak boleh kita pinjamkan?-
Dokumen penting berisi informasi pribadi yang penting dan sulit untuk diganti jika hilang atau rusak, sehingga meminjamkannya dapat menimbulkan risiko penyalahgunaan atau kehilangan.
5. Bagaimana cara meminjamkan benda dengan aman?-
Untuk meminjamkan benda dengan aman, pertimbangkan nilai benda tersebut, pilih orang yang tepat, buat perjanjian yang jelas, dokumentasikan peminjaman, batasi waktu peminjaman, dan bersikap asertif jika benda tidak dikembalikan sesuai waktu yang disepakati.

Kesimpulan

Ungkapan “8 benda ini tidak boleh kamu pinjamkan lagi” menekankan pentingnya berhati-hati dalam meminjamkan benda tertentu untuk menghindari risiko dan kerugian. Benda-benda tersebut meliputi uang, kendaraan, perhiasan, dokumen penting, barang elektronik, pakaian dalam, gigi palsu, dan sikat gigi.

Artikel ini telah mengeksplorasi alasan di balik larangan meminjamkan benda-benda ini, termasuk nilai material, nilai sentimental, dan risiko kehilangan atau kerusakan. Selain itu, artikel ini juga memberikan tips untuk meminjamkan benda dengan aman, seperti mempertimbangkan nilai benda, memilih orang yang tepat, dan membuat perjanjian yang jelas.

Youtube Video:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *